Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Alasan Kuat Jokowi Harus Dilengserkan Melalui Ahok!

Info informasi Alasan Kuat Jokowi Harus Dilengserkan Melalui Ahok! atau artikel tentang Alasan Kuat Jokowi Harus Dilengserkan Melalui Ahok! ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Demo di Istana Negara pada 4 November 2016 lalu bisa jadi ditujukan untuk menekan Jokowi supaya tidak melindungi Ahok. Supaya Jokowi menyuruh Kapolri untuk penjarakan Ahok.

Apakah Jokowi akan nuruti tekanan tersebut? Hanya orang bodoh yang percaya. Jika tuntutan mereka itu dipenuhi maka akan berlanjut dengan tekanan berikutnya, Mungkin Jokowi sudah tahu skenario tersebut.

Mereka para penggerak demo dan para bandarnya berusaha sekuat tenaga supaya Jokowi jatuh sebelum Maret 2017. Mengapa demikian?

Saat itu lah masa berlaku Tax Amnesty berakhir. Berarti para pengemplang pajak yang tidak ikut TA akan menjadi sasaran buruan petugas pajak.

Untuk memburu para pengemplang pajak itu, Jokowi telah menyiapkan Ditjen Pajak sekuat lembaga sejenis di Amerika Serikat, IRS. Lembaga pajak ini akan bergerak seperti KPK.

Mengapa Ditjen Pajak diperkuat? Ya, karena pajak akan dijadikan sumber utama pembiayaan pembangunan. Sesuai potensi yang ada. Selama ini potensi pajak luar biasa, tapi tidak jadi rill karena banyak pengusaha dan politisi tidak bayar pajak karena bisa kongkalikong dengan penguasa.

Jokowi mau praktek kotor masa lalu itu diakhiri. Dia mau bersih, Pajak menjadi titik tolak karena ketidakpatuhan terhadap kewajiban bayar pajak menjadi sumber dari praktek kotor dalam bisnis, birokrasi dan politik.

Praktek kotor yang selama ini terjadi adalah sebagai berikut, Kolusi pebisnis � birokrat � politisi memungkinkan semua pihak itu ngemplang pajak. Dari pajak yang seharusnya masuk ke kas negara, mereka punya dana berlebih untuk gaya hidup mereka. Juga untuk menggerakan mesin politik, demi memperkuat posisi dari pribadi atau kelompoknya.

Mereka dengan leluasa mampu membayari ormas-ormas bayaran untuk tujuan mereka. Para petinggi ormas-ormas itu pun senang karena hidup mereka dicukupi, termasuk bisa punya Hammer nih!

Apa jadinya jika aksi bersih Jokowi dijalankan?

Maka mereka akan kehilangan dana ekstra yang besar, dan yang lebih penting aliran uang mereka akan terbuka jelas karena ada kewajiban membuat laporan SPT. Jadi, mereka akan jauh lebih sulit untuk mengendalikan partai, dan membayari ormas-ormas bayaran.

Lalu siapakah mereka?

Ditjen Pajak sudah mengantongi nama-nama mereka, juga dana mereka. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan setelah periode TA pertama berakhir September lalu, masih sekitar 3000 Komisaris dan direksi perusahaan tambang yang belum melaporkan pajaknya. Itu baru sektor pertambangan, belum sektor politik, birokrat, penguasa daerah dan lain-lain.

Pada contoh pertambangan, kalangan ini sudah sama-sama tahu bahwa ada satu perusahaan tambang batu bara kelas berat yang ngemplang pajak 10 tahun sebanyak Rp. 18 Triliun. si bos perusahaan bisa ngemplang sedemikian lama karena dulu bagian dari kekuasaan! Partai dengan gampang dia kendalikan.

Kini para bos pasti sudah resah. Begitu juga para politisi yang hidup dari uang kemplangan pajak itu. Gerak politik mereka jelas makin sempit karena tak gampang lagi mendapatkan mesiu jika sampai Jokowi terus berkuasa.

Maka jelas sudah aksi �Tangkap Ahok� tak lebih dari bentuk ketakutan orang-orang Kotor yang takut disapu bersih Jokowi.

Jokowi belajar dari pengalaman AS, Untuk menumpas Mafia, pemerintah AS dahului menggunakan dinas pajak IRS, bukan FBI.

Untuk persiapan membuat Dirjen Pajak sehebat IRS Kemenkeu kini sudah �menyekolahkan� sekitar 2000 orang pajak muda untuk belajar cara kerja IRS di AS, dan di beberapa negara lainnya.

Maka sebelum itu terjadi, Jokowi harus dilengserkan dengan berbagai cara, Jika sampai Maret 2017 upaya mereka itu gagal, maka hidup dan gerak mereka akan makin sulit. Bahkan sebagian dari mereka sudah pasti bakal masuk bui, atau kabur ke luar negeri dan masuk DPO interpol!

Masuk akal juga ya..bagaimana menurut anda?

Sumber: http://news.beritapasti.com/hot-news/coba-cek-ini-dia-alasan-mengapa-jokowi-harus-dijatuhkan-melalui-ahok/

Demikian artikel tentang Alasan Kuat Jokowi Harus Dilengserkan Melalui Ahok! ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Alasan Kuat Jokowi Harus Dilengserkan Melalui Ahok! ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Anda suka share berita dari VOA-ISLAM, SUARANEWS, PKSblablabla, JONRU, dsb? Anda kurang PIKNIK

Info informasi Anda suka share berita dari VOA-ISLAM, SUARANEWS, PKSblablabla, JONRU, dsb? Anda kurang PIKNIK atau artikel tentang Anda suka share berita dari VOA-ISLAM, SUARANEWS, PKSblablabla, JONRU, dsb? Anda kurang PIKNIK ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

Pesatnya era �internetisasi� sekarang makin tipis antara dunia maya dan dunia nyata. Mau nyari informasi, ga perlu nunggu koran pagi datang, tinggal mampir ke mbah google dapet deh informasi yang dicari. Tapi hati hati, banyak informasi yang sengaja dislewengkan pihak tertentu untuk tujuan tertentu. Klimaksnya? Tuh kemaren soal Quickcount, terbukti kan mana lembaga survey dan media abal abal mana yang kredibel.

Hmm.. cukup menarik lihat fenomena saat ini. Begitu mudahnya orang untuk berbagi kabar, tinggal klik atau tinggal sentuh tombol share. Mau facebook, Twitter, Path, dll bisa. Bagi kabar yang benar, okelah bisa buat nambah nambah informasi bagi yang lain. Tapi untuk kabar yang ga benar, anda sama aja ikut serta dalam gerakan goblokisasi serta hasutisasi.


Sumber yang selalu saya jadikan referensi informasi. Antaranews.com

Saya sendiri bukan orang Pers yang tentunya menjunjung tinggi kaidah jurnalistik maupun �sumpah jabatannya� orang pers. Tapi at least saya tahu lah batasan batasan membuat artikel di blog abal abal ini via googling dan etika jurnalistik. Bila ada masalah dengan cara penulisan maupun isinya silahkan saja untuk kontak saya di sosmed beserta email blog ini. At least, ada yang berani tanggung jawab lah dengan tulisan yang saya buat yakni saya sendiri. Oke, skip�..


See? yakin deh banyak yang beginian. Selamat bung anda termasuk orang yang berhasil digobloki.

Balik lagi ke judul, kenapa saya agak begitu heran dengan orang yang dengan gampangnya share berita dari VOA-ISLAM, SUARANEWS, PKSblablabla, JONRU, dll? �Man, use your brain, utekmu tok nggonen, pake otakmu�, mungkin begitu yang ada di pikiran saya begitu melihat teman saya sendiri yang membagikan artikel nonsense dari Media abal abal. Dan entah kenapa mayoritas yang share orang yang saya kira agamanya kuat.
Apakah ada kata ISLAM maupun dalil dari kitab maupun hadist dalam artikel hingga nama domain yang dipakai lantas isinya akan selalu benar? Belum tentu.

Mengapa saya katakan media abal abal? Ciri pastinya cuma ada 2 :

1. Redaksi unknown or even unreachable

Gini nih yang namanya media, ada madunya eh redaksinya.

Di media abal abal mana ada, silahkan cek ke suaranews atau voa-islam.com. Temukan redaksinya atau minimal kontak yang bisa dihubungi. Saya jamin kaga bakalan ada, dan kalaupun ada tidak bakalan ada respon dari yang bersangkutan. Malah di media abal abal lain saya pernah baca, penanggung jawab isi artikel, yakni Allah SWT.

Seberapa penting sih redaksi? Redaksi itu penting sekaleeeeeeee, bisa dibilang jantung dari setiap kegiatan pers. Di redaksi ini ada yang bertanggung jawab dari seluruh artikel yang keluar. Jadi pepatah makin tinggi pohon makin tinggi anginnya itu bener banget, di jabatan apapun kalau makin tinggi tingkatannya makin besar tanggung jawabnya.


Redaksinya? ga ada tuh, cek kontaknya deh kalo mau kepo level lanjut

Lah kalo blogger (kaya saya), atau teman teman di forum kompasiana/detikforum bagaimana? Tanggung jawab isi konten jadi tanggung jawab personal alias diri sendiri. Kalau di forum masih ada yang bisa nyaring artikel mana yang yang akan keluar, yaitu tugas moderator. At least masih bisa dihubungi lah.

2. Isi artikel dimulai dengan JUDUL HEBOH, dan Disertai dengan artikel yang memutar balikkan fakta!


Bah Blogger, Joomla kek kalo mau lebih meyakinkan. Redaksi? gaib

Saya sendiri pernah iseng nyobain buat judul Heboh namun isinya bukan untuk memutar balikkan fakta atau menghasut. Dan memang tanggapannya LUAR BIASA! Ada yang hanya baca judul saja langsung panas, ada juga yang senyum senyum tahu maksud saya yang sebenarnya. Teknik penulisan seperti ini ada namanya, cuma saya lupa. Yang jelas dipakai juga di teknik marketing atau di psikologi, psikomarketing atau apa itu namanya. Cek artikelnya disini

Paling gampang gini deh, di pinggir jalan ada tulisan JANGAN TENGOK KIRI. Dijamin deh, tanpa pikir panjang langsung ngeliat ada apa sih, tanpa harus tahu terlebih dahulu otak kita seakan otomatis mengikuti sugesti tersebut. Nah si tukang share tanpa baca isinya ini juga demikian, sepertinya otaknya sudah terlatih. Jika liat judul wah, otak langsung otomatis ngeshare isi berita yang belum tentu benar.

So, How do we prevent Civil War? Bagaimana kita mencegah perang saudara?

STOP SHARING THOSE STUPID ARTICLES, JUST THINK!
Gile ngeri bener ye sampe perang saudara dibawa bawa. Tapi ini bener lho, ada kecenderungan bisa saja terjadi. Perang diawali dengan kebencian, kebencian individual berubah communal, dan seterusnya seterusnya. Padahal penyebabnya sepele, orang malas menelaah lebih jauh!

As a blogger, saya sendiri prihatin dan mangkel dengan hadirnya media abal abal seperti ini. Makin banyak keraguan terhadap media online, termasuk blog. Makin banyak orang juga yang terlalu mudah dihasut.Mungkin gara gara angka konsumsi susu dan ikan di negara kita yang katanya maritim terlalu rendah dibandingkan negara lain. Padahal ya tinggal milah milah mana yang benar mana yang salah, di Al Quran juga sudah ada tuntunannya, IQRA alias BACA!


Demikian artikel tentang Anda suka share berita dari VOA-ISLAM, SUARANEWS, PKSblablabla, JONRU, dsb? Anda kurang PIKNIK ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Anda suka share berita dari VOA-ISLAM, SUARANEWS, PKSblablabla, JONRU, dsb? Anda kurang PIKNIK ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Perang Turki dan Rusia Bikin `Kiamat` Menurut Ramalan 200 Tahun Silam

Info informasi Perang Turki dan Rusia Bikin `Kiamat` Menurut Ramalan 200 Tahun Silam atau artikel tentang Perang Turki dan Rusia Bikin `Kiamat` Menurut Ramalan 200 Tahun Silam ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain. Perang besar antara Turki dan Rusia ternyata sudah diprediksi akan terjadi oleh peramal Yahudi terkenal 200 tahun yang lalu.


Dua tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Yahudi meramalkan, perang dunia antara Turki dan Rusia akan menyebabkan Armageddon atau Kiamat.

Sebelum kematiannya pada 1797, seorang peramal Yahudi bernama Elia ben Shlomo Zalman memperingatkan orang-orang Yahudi, untuk mulai mempersiapkan diri sebelum kiamat ketika Rusia mencaplok Crimea.

Itu telah digenapi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil paksa wilayah dari Ukraina itu tahun lalu.

Peramal, yang dikenal sebagai Vilna Gaon atau Jenius Suci dari Vilnius itu meramalkan, Rusia akan pergi berperang dengan Turki. Sebuah kemungkinan menakutkan yang sepertinya akan terjadi.

Pemuka Yahudi lainnya dari era yang sama - Yisroel Israel ben Eliezer - memprediksi, Rusia akan bekerja sama dengan umat Islam sebelum pertempuran terakhir.

Saat ini Moskow telah bersekutu dengan pemimpin Syiah asal Suriah, Bashar al-Assad, rezim di Iran dan kelompok Hizbullah dalam perang sipil Suriah.

Konflik ini juga semakin melibatkan banyak musuh - termasuk Rusia, Amerika Serikat, Iran, Arab Saudi, Perancis - dan sekarang mungkin Inggris.

Rusia telah mengancam akan menggunakan senjata nuklir melawan Turki setelah salah satu pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Turki.

Penembakan tersebut bisa saja menjadi tombol pemicu perang besar yang diramalkan oleh Vilna Gaon. Dan itu belum termasuk perang melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Rahasia Vilna Gaon sangat dijaga ketat sampai cicitnya - Rabbi Moshe Sternbuch - mengungkapkan secara terbuka untuk pertama kalinya tahun lalu.

"Ketika Anda mendengar bahwa Rusia telah menguasai kota Crimea, Anda harus tahu bahwa zaman Mesias sudah mulai," kata Vilna Gaon, yang dibesarkan di ibukota Lithuania, Vilnius, sebelum mengembara ke Eropa untuk menyebarkan pesannya.

"Dan ketika Anda mendengar bahwa Rusia telah mencapai kota Konstantinopel (Istanbul), Anda harus memakai pakaian Sabat dan jangan melepaskannya. Karena itu berarti Mesias akan datang sebentar lagi."

Demikian artikel tentang Perang Turki dan Rusia Bikin `Kiamat` Menurut Ramalan 200 Tahun Silam ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Perang Turki dan Rusia Bikin `Kiamat` Menurut Ramalan 200 Tahun Silam ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Deretan Kehebohan Setya Novanto, Termasuk Ancaman Pembunuhan Terhadap Nazaruddin

Info informasi Deretan Kehebohan Setya Novanto, Termasuk Ancaman Pembunuhan Terhadap Nazaruddin atau artikel tentang Deretan Kehebohan Setya Novanto, Termasuk Ancaman Pembunuhan Terhadap Nazaruddin ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain. Ketua DPR, Setya Novanto menghebohkan publik saat pertemuannya dengan petinggi PT Freeport terungkap. Diduga dalam pertemuan itu Novanto mencatut nama Presiden Jokowi untuk pengurusan perpanjangan kontrak PT Freeport.


Menteri ESDM Sudirman Said memang sudah seminggu ini berujar adanya politisi kuat yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dalam proses pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport. Tak hanya itu, sang politisi juga diduga ikut meminta jatah saham PT Freeport sebanyak 20 persen.

Pertemuan antara Novanto dan PT Freeport kemudian semakin jelas saat transkrip rekaman percakapannya dengan petinggi Freeport beredar. Dalam pertemuan itu, Setya Novanto bersama dengan pengusaha terkenal berinisial R.

Setya Novanto menggelar pertemuan dengan petinggi PT Freeport berinisial Mn dan pengusaha minyak berinisial R. Pertemuan itu digelar di di sebuah hotel di kawasan Pacific Place.

Pertemuan di Pacific Place itu merupakan pertemuan ketiga. Dalam kesempatan itu pulalah percakapan yang terjadi dalam pertemuan itu berhasil direkam. Transkrip percakapan itu lah yang dilampirkan Sudirman Said dalam laporannya ke MKD kemarin.

Novanto yang  berkali-kali ditanya wartawan soal isu pencatutan nama Presiden dan Wapres bertahan dengan jawabannya, dirinya tak pernah melakukan pencatutan. Pagi hari di DPR, Novanto menegaskan dirinya tak terkait isu tersebut.

"Yang jelas saya selaku pimpinan DPR tidak pernah untuk bawa-bawa nama presiden atau mencatut nama presiden," kata Novanto di Gedung DPR sebelum memberi pidato pembukaan masa sidang.

Novanto kembali ditanya wartawan usai pertemuan dengan JK sekitar pukul 16.00 WIB. Politikus Golkar ini kembali membantah terlibat pencatutan nama Presiden.

"Tentu apapun yang disampaikan saya sangat menghargai. Mudah-mudahan saya juga tidak melakukan hal-hal yang disampaikan yah," ujar Novanto di kantor wapres sore ini.

Kehebohan soal Setya Novanto tak hanya kali ini saja terjadi. Berikut sederet kehebohan yang pernah muncul ke publik tekait politisi Golkar itu:

1. Kasus dugaan korupsi Cassie Bank Bali

Kasus dugaan korupsi pengalihan hak piutang (cassie) PT Bank Bali kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) terjadi pada tahun 1999. Kasus ini merugikan negara sebanyak Rp 546 miliar.

Kala itu perjanjian Cessie ditandatangani Djoko S Chandra sebagai Direktur PT EGP dengan Rudy Ramli Direktur PT Bank Bali. PT EGP membeli piutang PT Bank Bali terhadap PT BDNI. Namun di tengah jalan PT EGP membuat surat kuasa kepada Bank Bali untuk melakukan penagihan kepada Bank BDNI yang piutangnya sudah dibeli PT EGP. Sedangkan setelah klaim Bank Bali dicairkan oleh BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) melalui Bank Indonesia, PT EGP menerima Rp 546 miliar yang ditranfers melalui rekening Bank Bali.

Beberapa pihak dijadikan tersangka dalam kasus ini, yakni mantan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin, mantan Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional Pande N Lubis, pemilik Bank Bali Rudi Ramli dan mantan Direktur PT Era Giat Prima Djoko S Tjandra sebagai tersangka. Djoko Tjandra sempat berstatus buronan karena kabur ke Papua Nugini.

Sementara berdasarkan hasil investigasi ICW tahun 1999, beberapa nama lain yang disebut-sebut diduga kuat juga terlibat dalam skandal Bank Bali seperti Marimutu Manimaren, Setya Novanto, Glen Yusuf, Farid Harianto, Bambang Subiyanto,  JB Sumarlin,  dan AA Baramuli.
    
Setya Novanto yang pada tahun 2001 sempat dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus ini mengaku tak tahu menahu terkait proses cassie ini. Status kasus ini di Kejagung pun kini sudah di SP3.

2. Kasus PON Riau

Nama Setya Novanto cukup dekat dengan kasus korupsi pembangunan venue PON Riau. Novanto disebut-sebut ikut menerima uang panas untuk pemulusan pembahasan penambahan anggaran pembangunan venue PON Riau.

Gubernur Riau saat itu, Rusli Zainal disebut-sebut menyediakan uang untuk fraksi Golkar di DPR. Harapannya ada dana tambahan Rp 250 miliar untuk pelaksanaan PON. Untuk mendapatkan dana tambahan itu, Rusli menyediakan dana lobi sekitar Rp 3,9 miliar.

Dana lobi diurus oleh Lukman Abbas yang saat itu menjabat kepala Dispora Riau. Pembicaraan dilakukan di ruangan Setya Novanto. Dalam persidangan, Lukman Abbas mengaku memberikan uang kepada Kahar Muzakir. Namun hingga pelaksanaan PON, tak ada dana tambahan APBN.

Setya Novanto pun pernah dihadirkan di persidangan Rusli Zainal di pengadilan Tipikor Riau. Di hadapan majelis hakim, Setya Novanto menjelaskan bahwa pertemuan di ruangannya untuk membahas internal Golkar, bukan untuk membahas duit terkait PON Riau. Saat itu, majelis hakim menegur Novanto yang memberikan keterangan berbelit-belit.

3.Penyelundupan 60 ribu ton beras Vietnam 

Kasus ini mencuat setelah Lembaga Advokasi Reformasi Indonesia (LARI) melansir dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus ini. Laporan itu diserahkan Ketua LARI Edi Sumarsono kepada pimpinan KPK.

Kronologi yang dipaparkan LARI menyebutkan, pada 21 Januari 2003, Inkud yang diwakili Nurdin Halid telah meneken MoU dengan pihak Vietnam Southern Food Corporation dalam rangka impor beras dari Vietnam ke Indonesia. Kemudian MoU tersebut ditingkatkan dalam bentuk sale and purchase contract of rice. Untuk pelaksanaannya, Inkud melakukan perikatan dalam bentuk perjanjian kerja sama dengan PT Heksatama Finindo.

Kerja sama imbal jasa impor beras itu dituangkan dalam perjanjian kerja sama pada 27 Januari 2003. Anggota Komisi III DPR Idrus Marham ikut membubuhkan tanda tangan dalam perjanjian kerja sama tersebut sebagai saksi. Pada 21 Februari 2003, perjanjian kerja sama dituangkan dalam akta notaris nomor 25 yang dikeluarkan Kantor Notaris Harun Kamil SH.

Kejagung yang saat itu dikomandoi oleh Jampidsus Hendarman Supandji akhirnya menangani kasus itu dan menetapkan mantan pejabat Bea Cukai, Direktur Penyidikan dan Penindakan, Sofyan Permana sebagai tersangka. Dalam kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp25,4 miliar itu ditemukan pelanggaran dengan tidak dibayarkannya bea masuk dan pajak dalam rangka impor bagi 59.100 metrik ton dari keseluruhan 60 ribu ton beras dari Vietnam yang diimpor PT Hexatama Finindo dan Inkud tersebut.

Pada tahun 2005, Setya Novanto juga pernah diperiksa penyidik Kejagung terkait kasus tersebut. Namun, Novanto membantah keterlibatannya dalam kasus itu.

4. Disebut terlibat di proyek e-KTP

M Nazaruddin, juga pernah menyebutkan adanya keterlibatan Setya Novanto dalam proyek e-KTP di Kemendagri. Dia menuduh, pembahasan anggaran e-KTP dimulai bulan September 2010 diketahui Setya Novanto.

"Jadi ini proyek nilainya Rp 5,9 triliun, saya dan Novanto semua merekayasa proyek ini semua bahwa mark-upnya Rp 2,5 triliun," kata Nazaruddin Senin (23/9/2013).

Sementara itu, Setya Novanto juga sudah membantah dugaan keterlibatan dirinya di kasus e-KTP. Kasus ini hingga sekarang masih dalam tahap penyidikan di KPK. Baru ada satu tersangka yang ditetapkan, yakni Sugiharta.

5. Disebut pernah ancam bunuh M Nazaruddin

Muhammad Nazaruddin pernah menyebut mendapatkan ancaman terkait keterangannya soal proyek e-KTP.

"Novanto itu mengancam saudara saya, apa yang diperiksa di KPK, dia tahu semua. Apa perlakuan saya di Sukamiskin dia tahu semua," kata Nazar di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Terkait proyek e-KTP ini, Nazar sudah berulang kali menyebut Bendum Golkar Setya Novanto terlibat. Kali ini, Nazar mengatakan, Novanto pernah mengancam jika ia berani membuka dugaan korupsi dalam proyek EKTP, maka ia akan dibunuh.

"Kalau saya buka lagi proyek e-KTP, saya mau dibunuh dia, saya bilang anda ini betul-betul luar biasa kebal hukum," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, politikus Golkar Bambang Soesatyo membantah mentah-mentah tudingan yang dilayangkan untuk koleganya itu. Bambang merupakan wakil bendahara umum Golkar, berada di bawah Setya yang merupakan Bendum partai.

"Ngawur. Saya menduga begitu (pengalihan isu). 2000 persen nggak mungkin. Kita semua tahu karakter Setya Novanto," ujar Bambang.

6. Gempar Trumpgate

Setya Novanto dan Fadli Zon sempat membuat gempar saat hadir dalam konferensi pers yang diadakan bakal calon Presiden AS, Donald Trump. Kehadiran Setya Novanto dan Fadli Zon ke acara Trump dilakukan di tengah-tengah kegiatan kunjungan DPR.

Novanto bertemu dengan Trump pada Kamis (3/9) lalu di Trump Tower, New York bersama dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan delegasi DPR lainnya. Tujuan utama delegasi DPR ke AS sebenarnya adalah untuk menghadiri sidang parlemen dunia.

Novanto menuturkan bahwa perbincangan dengan Trump fokus soal perekonomian. Politikus Golkar ini menegaskan bahwa pertemuan itu bukan sebagai bentuk dukungan.

"Siapapun (pertemuan) karena kita tidak dalam rangka mendukung, jadi ketemu Trump, Hillary, tidak ada masalah," ujar Novanto.

Atas pertemuan itu, Setya Novanto dan Fadli Zon dibawa ke MKD. Hasilnya, mereka berdua diberi teguran.

Selain soal Trumpgate, Setya Novanto juga memiliki beberapa catatan di MKD, antara lain menggunakan pelat nomor RI 6 pada mobil mewahnya. Selain itu, politisi Golkar itu juga dipermasalahkan karena mengenakan masker saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Demikian artikel tentang Deretan Kehebohan Setya Novanto, Termasuk Ancaman Pembunuhan Terhadap Nazaruddin ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Deretan Kehebohan Setya Novanto, Termasuk Ancaman Pembunuhan Terhadap Nazaruddin ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.